YAKOBUS 4:1-5
(4:1)Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? (4:2) Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. (4:3) Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. (4:4) Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. (4:5) Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: “Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!”
LATARBELAKANG TEKS
Penulis di dalam kitab ini adalah Yakobus sendiri dan penulisan ini di tulis pada tahun 45-49M. Yakobus dikenal sebagai saudara Yesus dan pemimpin gereja di Yerusalem. Surat Yakobus ditujukan kepada umat Kristian yang tersebar di berbagai tempat, yang Sebagian besar adalah orang Yahudi yang telah menjadi pengikut Kristus. Pasal 4 khususnya berbicara tentang konflik, keinginan duniawi, dan godaan untuk menyelaraskan diri dengan nilai-nilai dunia yang bertentangan dengan panggilan Allah bagi umat-Nya.
TEMA
MENJADI
SAHABAT DUNIA
PERKARA
1
KONFLIK
DAN NAFSU
YAKOBUS
4:1-2
Dari
manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya
dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini
sesuatu tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kmau iri hati,
tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi.
Kamu tidak memperoleh apaa-apa, karena kamu tidak berdoa.
PEMBAHASAN
Yakobus memulai dengan pertanyaan retorik, “Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu?” ini menunjukkan bahwa konflik dan perpecahan di antara umat Kristian bukanlah hal yang asing. Yakobus menjawab pertanyaannya sendiri dengan mengindentifikasi “hawa nafsu” (dalam bahasa Yunani, kata yang digunakan adalah “hedonon,” yang berarti kesenangan dan kenikmatan) sebagai sumber konflik. Hawa nafsu ini merujuk pada keinginan-keinginan duniawi yang saling bertentangan di dalam diri seseorang.
Mengingini sesuatu tetapi tidak memperolehnya:
Yakobus menyebutkan bahwa orang-orang mengingini sesuatu-baik itu kekuasaan, kekayaan, atau status- tetapi mereka tidak dapat memperolehnya. Ketika keinginan ini tidak terpenuhi, hal ini dapat menimbulkan kemarahan yang pada akhirnya mengarah pada Tindakan lebih kejam seperti membunuh.
Iri hati dan pertengkaran:
Yakobus juga menyinggung tentang iri hati, yang merupakan perasaan tidak senang terhadap keberhasilan atau kepemilikan orang lain. Iri hati ini dapat memicu pertengkaran dan perkelahian, karena seseorang merasa tidak puas denga napa yang dimilikinya.
Kurang doa:
Yakobus menambahkan bahwa penyebab lain mengapa mereka tidak memperoleh apa yang mereka inginkan adalah karena mereka tidak berdoa. Yakobus menyiratkan bahwa jika mereka berdoa dengan motivasi yang benar, bukan untuk memuaskan keinginan duniawi, mereka akan menerima apa yang mereka perlukan dari Tuhan.
PERKARA
II
KETIDAKSEIMBANGAN
DALAM DOA
YAKOBUS
4:3
Atau
kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa,
sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.
PEMBAHASAN
PERKARA
III
PERSAHABATAN
DENGAN DUNIA ADALAH PERMUSUHAN DENGAN TUHAN
YAKOBUS
4:4-5
Hai
kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan
dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi
sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. Janganlah kamu menyangka,
bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: “Roh yang ditempatkan Allah di dalam
diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!”
PEMBAHASAN
Orang-orang yang tidak setia:
Ini mengacu pada umat Tuhan yang telah beralih dari kesetiaan mereka kepada Tuhan dan mulai menyukai dunia dan hal-hal duniawi. Dalam konteks Perjanjian Lama, istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan Israel yang berpaling dari Tuhan untuk menyembah berhala atau mengikuti jalan-jalan bangsa lain.
Persahabatan dengan dunia:
Ini merujuk pada menyelaraskan diri dengan nilai-nilai, keinginan dan sistem dunia yang bertentangan dengan kehendak Allah. Dunia di sini digambarkan sebagai selaras segala sesuatu yang menentang Tuhan termasuk nafsu, egois dan pengejaran kekayaan atau kekuasaan dengan cara yang tidak saleh.
Permusuhan dengan Allah:
Yakobus dengan tegas menyatakan bahwa menjadi sahabat dunia berarti menjadi musuh Allah. Ini kerana dunia dan Tuhan memiliki prinsip-prinsip yang saling bertentangan. Persahabatan dengan dunia berarti seseorang menempatkan prioritas dan keinginannya sesuai dengan dunia dan bukan kehendak Allah.
Ayat 5
Kitab Suci dan kecemburuan Allah:
Kecemburuan Allah sering kali merujuk pada keinginan-Nya untuk kesetiaan penuh dari umat-Nya. Allah adalah Allah yang cemburu. bukan dalam arti negatif tetapi dalam arti bahawa Dia tidak ingin berbagi kasih dan kesetiaan umat-Nya dengan ilah-ilah atau hal-hal duniawi lainnya.
KESIMPULAN
Janganlah kita menjadi sahabat dengan dunia kerana akan menimbulkan konflik dan nafsu di antara kita dengan Tuhan dan selain itu kita memiliki ketidakseimbangan di dalam doa kita. Akhir sekali apa yang kita harus ingin adalah persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Tuhan.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan