PENDAHULUAN
Kisah seorang petani yang memiliki
dua kantung benih. Satu kantung digunakan dengan penuh keyakinan untuk ditabur
di ladangnya, sementara kantung yang lain disimpan kerana takut akan
kekurangan. Pada musim menuai, petani itu mendapati bahawa ladang yang ditabur
dengan benih berbuat lebat, sementara kantung yang disimpannya tidak
menghasilkan apa-apa.
Kisah ini menggambarkan prinsip
memberi dalam kehidupan rohani kita: siapa yang menabur dengan murah hati akan
menuai dengan limpah.
2 KORINTUS 9:6-15
(9:6) Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. (9:7) Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. (9:8) Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai Kebajikan. (9:9) Seperti ada tertulis: “Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya. (9:10) Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; (9:11) Kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami. (9:12) Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah. (9:13) Dan oleh sebab kamu telah tahan uji dalam pelayanan itu, mereka memuliakan Allah karena ketaatan kamu dalam pengakuan akan Injil Kristus dan karena kemurahan hatimu dalam membagikan segala sesuatu dengan mereka dan dengan semua orang, (9:14) Sedangkan di dalam doa mereka, mereka juga merindukan kamu oleh karena kasih karunia Allah yang melimpah di atas kamu. (9:15) Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!
Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Korintus mengenai pemberian kepada orang-orang kudus di Yerusalem yang sedang mengalami kesusahan. Ia menggalakkan jemaat di Korintus (dan jemaat-jemaat lainnya di Makedonia serta Akhaya) untuk mengambil bahagian dalam mengumpul bantuan bagi saudara seiman mereka di Yerusalem.
Faktor-faktor yang menyebabkan kesusahan jemaat Yerusalem antara lain:
- Kelaparan yang terjadi di wilayah tersebut.
- Penganiayaan terhadap orang percaya Yahudi oleh pemimpin agama Yahudi dan pemerintah Romawi.
- Keadaan ekonomi jemaat agar sukar, lebih-lebih lagi karena ramai di antara mereka mungkin kehilangan pekerjaan atau mengalami diskriminasi kerana kepercayaan mereka.
Paulus melihat tindakan memberi ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi juga sebagai ungkapan kasih dalam tubuh Kristus dan kesatuan antara jemaat non-Yahudi dan Yahudi. Pemberian dari jemaat di luar Yerusalem menjadi bukti kasih dan ketaatan mereka dalam iman.
TEMA
MEMBERI SEBAGAI RESPON TERHADAP
ANUGERAH ALLAH
PERKARA I
Prinsip menabur dan menuai dalam
kedaulatan Allah
TEKS
2 KORINTUS 9:6
Camkanlah ini: Orang yang menabur
sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai
banyak juga.
PEMBAHASAN
Prinsip ini menegaskan bnahwa Allah adalah sumber segala berkat. Siapa yang memberi dengan kemurahan hati akan melihat bagaimana Tuhan bekerja melalui pemberian itu untuk memperluas pekerjaan-Nya. Menabur dan menuai bukanlah prinsip transaksi atau timbal balik secara manusiawi, tetapi bagian dari anugerah umum dan khusus Allah bagi umat-Nya. Pemberian bukan untuk mencari berkat, tetapi sebagai ketaatan kepada Allah yang berdaulat atas segala sesuatu.
PERKARA II
Memberi sebagai tindakan syukur
dalam Anugerah Allah
TEKS
2 KORINTUS 9:7
Hendaklah masing-masing memberikan
menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab
Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
PEMBAHASAN
Memberi adalah respon terhadap anugerah Allah yang telah lebih dahulu diberikan kepada kita melalui Kristus. Pemberian bukan sekadar kewajipan, tetapi bagian dari ibadah kepada Allah yang telah memberkati umat-Nya. Kita memberi bukan untuk mendapatkan sesuatu, tetapi karena kita telah menerima segala sesuatu di dalam Kristus.
KESIMPULAN
Memberi adalah tindakan iman yang
berakar pada anugerah dan kedaulatan Allah. Kita memberi bukan untuk mencari
berkat, tetapi sebagai respon syukur atas segala sesuautu yang telah kita
terima di dalam Kristus. Marilah kita memberi dengan penuh sukacita, bukan
karena paksaan, tetapi karena kita telah terlebih dahulu menerima kasih karunia
yang melimpah dalam Kristus Yesus.

Tiada ulasan:
Catat Ulasan