MEMIMPIN DENGAN HATI SEORANG HAMBA
MARKUS 10:45
Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.
Dalam dunia ini, kepimpinan sering dikaitkan dengan:
- Kekuasaan.
- Otoriti.
- Pengaruh.
Seorang pemimpin bukanlah yang menuntut penghormatan, tetapi yang melayani dengan rendah hati dan kasih.
PERKARA I
Rendah hati dan taat kepada Tuhan
Seorang pemimpin rohani harus memiliki sikap rendah hati dan ketaatan kepada Tuhan sebagai dasar dalam kepimpinannya.
BAGAIMANA MEMILIKI HATI YANG RENDAH HATI?
Mengakui bahawa kepimpinan adalah panggilan dan anugerah Tuhan
Kepimpinan bukan tentang diri kita tetapi tentang Tuhan yang memanggil kita untuk melayani.
FILIPI 2:4-7
"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia."
Mengutamakan kehendak Tuhan lebih daripada kehendak sendiri
Pemimpin yang sejati tunduk pada kehendak Tuhan, bukan pada keinginan pribadi
LUKAS 22:42
"Ya Bapa-Ku, jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!
Belajar dari kelemahan dan tetap bergantung pada Tuhan
Pemimpin yang rendah hati tidak takut mengakui kelemahannya dan bersandar pada kasih karunia Tuhan.
2 KORINTUS 12:9
"Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna."
PERKARA II
Hati yang melayani dengan kasih dan pengorbanan
Kepimpinan bukanlah tentang dilayani tetapi tentang melayani dengan kasih dan pengorbanan
BAGAIMANA SEORANG PEMIMPIN DAPAT MELAYANI DENGAN KASIH?
Melihat kepimpinan sebagai pelayanan, bukan posisi.
Pemimpin tidak menuntut penghormatana, tetapi rela turun tangan untuk melayani orang lain.
MARKUS 9:35
"Barangsiapa ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya."
Menjadi gembala memikirkan kesejahteraan orang lain
Seorang pemimpin harus memiliki hati seorang gembala yang memperhatikan, membimbing dan melindungi jemaatnya.
YOHANES 10:11
"Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya."
Bersedia berkorban untuk orang lain
Pemimpin yang besar adalah yang rela berkorban dan melakukan pekerjaan yang mungkin dianggap rendah oleh orang lain.
YOHANES 13:14-15
"Jadi jikalau Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepadamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu."
PERKARA III
hati yang setia dan berbuah dalam kepimpinan
Seorang pemimpin harus memiliki hati yang setia dalam panggilannya dan menghasilkan buah dalam pelayanannya.
BAGAIMANA MENJADI PEMIMPIN YANG SETIA DAN BERBUAH?
Setia dalam perkara kecil sebelum dipercayakan perkara besar
Pemimpin yang efektif tidak hanya bekerja keras dalam hal-hal besar, tetapi juga dalam tanggungjawab kecil.
LUKAS 16:10
"Barangsiapa setia dalam perkara kecil, ia juga setia dalam perkara besar."
Tetap teguh meskipun menghadapi tantangan
Setiap pemimpin akan menghadapi tantangan tetapi hati yang berakar dalam Tuhan akan tetap bertahan.
GALATIA 6:9
"Janganlah kita temu-temu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."
Menghasilkan buah yang memberkati orang lain
Seorang pemimpin yang memiliki hati seorang hamba akan menghasilkan buah yang nyata dalam kehidupan orang lain.
MATIUS 7:16
"Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka."
KESIMPULAN
Kepimpinan bukan tentang menjadi yang terbesar, tetapi tentang menjadi yang paling bersedia untuk melayani. Seperti Yesus, kita dipanggil untuk memimpin dengan hati seorang hamba-Rendah hati, penuh kasih, setia dan rela berkorban.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan